img-20161220-wa0001

Iklan

FKUB Karangasem Mengucapkan Selamat Hari Natal dan Tahun Baru

KEMENAG GANDENG FKUB GARAP PEMUDA DAN KERUKUNAN UMAT

 

Kementerian Agama Kabupaten Karangasem gandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) garap pemuda lintas agama dan pupuk kerukuan umat beragama melalui tokoh agama dan pemuka masyarakat dalam forum kegiatan roadshow ke lapangan, dilaksanakan Oktober – Nopember 2015.

Kepala Tata Usaha I Wayan Lipur seijin Ka. Kemenag  Kab. Karangasem (16-12-2015) mengatakan, paket kegiatan  Komunikasi Informasi dan Edukasi dari pusat diperoleh atas pegajuan usulan dengan tujuan memperkuat tata kerukunan umat beragama dan menanamkan nilai-nilai kerukunan dikalangan generasi muda lintas agama, memperkokoh persatuan dan kesatuan dikalangan umat. Kegiatan yang melibatkan FKUB dan unsur terkait lintas agama seperti Parisada dan lembaga umat lainnya. Dalam mengantisipasi dinamika bernuansa SARA khususnya agama secara periodik sehingga dapat  menumbuhkan kesadaran dan menciptakan stabilisasi tempratur kerukunan yang kondusif dan terkendali.

Ketua FKUB Drs. I Made Sudiarsa mengatakan, tugas FKUB antara lain melakukan dialog dengan pemuda, pemuka agama, pemimpin lembaga agama dan tokoh masyarakat, menampung aspirasi ormas keagamaan dan aspirasi masyarakat, menjalankan aspirasi ormas keagamaan dan masyarakat dalam bentuk rekomendasi sebagai bahan kebijakan pimpinan daerah. Disamping itu FKUB juga berkewajiban melakukan sosialisasi peraturan perundang-undangan dan kebijakan dibidang agama yang berkait dengan kerukunan umat beragama dan pemberdayaan masyarakat, memberikan rekomendasi tertulis atas permohonan pendirian rumah ibadah dan melaporkan setiap hasil kegiatannya kepada pimpinan daerah.

Dikatakan, masalah kerukunan umat beragama tidak cukup hanya diantisipasi melalui kewaspadaan semata, melainkan harus dibangun secara nyata diatas pondasi kebersaman dari keragaman perbedaan yang ada. Dalam upaya menyejukkan kondisi masyarakat, diperlukan upaya pencerahan melalui KIE  pemuda lintas agama sehingga terjadi pemahaman saling pengertian antar umat beragama. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) berupaya secara proaktif melakukan langkah proteksi dan mediasi untuk mengeleminir setiap permasalahan yang muncul ditengah masyarakat khususnya menyangkut gesekan antar umat beragama.

Ditambahkan,  masalah kerukunan beragama tidak gampang dibangun seperti pembangunan fisik dan tidak dapat dihitung secara eksak, namun harus dimulai dari koordinasi mantap dan berkelanjutan karena kerukunan itu akan selalu berubah-ubah, dari rukun berubah menjadi tidak rukun, karenanya kerukunan itu harus dibangun terus menerus. Upaya pencerahan yang hendak dilaksanakan FKUB sangat tepat sehingga hasilnya dapat diketok tularkan kepada masyarakat ke pelosok-pelosok dan dapat diwujudkan. Upaya pendekatan kepada masyarakat justru harus lebih sering dilaksanakan mengingat tensi sensitifitas masyarakat kini cepat tersulut emosi dan nafsunya untuk melakukan kekerasan. Demikian pula dalam menghadapi konflik horisontal  ditingkat desa dan banjar adat perlu dilakukan peningkatan intensitas pencerahan bagi umat. Terhadap komponen FKUB terutama tokoh-tokoh agama, masyarakat, organisasi massa agama, Desa Pakraman bersama-sama menumbuhkan kembali semangat kebersamaan, memupuk persatuan dikalangan masyarakat.

Konskwensi sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), mengandung potensi kerawaan akibat keanekaragaman suku bangsa, bahasa, agama, ras dan etnis golongan,   yang berpotensi memunculkan konflik  sebagai indikasi menurunnya rasa nasionalisme. Legalitas agama yang ada di Indonesia secara sah sudah terjamin  menurut hukum dan landasan falsafah Pancasila, UUD 1945  dan jaminan kebebasan memeluk agama masing-masing, menunjukkan pentingnya agama bagi setiap warga negara. Diharapankan, kerukunan umat beragama juga merupakan harapan semua orang  yang menuntut kesadaran dari individu masing-masing,  menghindari pertikaian antar agama karena perbedaan tetapi pada dasarnya  semua memiliki hak yang sama. Jika agama sudah menjadi pedoman dan dipahami secara benar maka akan membawa ketenangan bukan sebaliknya saling mengganggu. Setiap warga negara Indonesia mengharapkan suasana kehidupan yang aman dan damai sesuai amanat dasar negara Pancasila.

Ketua MUI Kabupaten Karangasem, M. Mursyd mengatakan, sesama umat beragama hendaknya jangan saling  menghina  agama lain yang dapat membuat orang yang agamanya dihina akhirnya menghina Tuhannya sendiri dan mucul ormas-ormas yang mengutamakan simbol nama,  jauh dari makna nilai agama itu sendiri. Sebagai lembaga kerukunan umat, tantangan yang dihadapi tidaklah mudah selain diakibatkan keragaman persepsi dan prilaku umat, juga desakan faktor eksternal yang kerap kali memicu timbulnya gesekan antara elemen umat beragama yang dapat memantik peristiwa berbau SARA. Untuk itu keberadaan FKUB sangat strategis untuk mengurangi dampak riak-riak disharmonisasi  dalam konteks kehidupan berbangsa bernegara. Kendati sejauh ini di Kabupaten Karangasem belum pernah terjadi pertikaian berbau SARA, menyusul perkembangan secara nasional maupun regional relatif dinamis dan cenderung mengarah pada segi teroris dan anarkhies maka FKUB dipandang efektif dapat mengeleminir ekses negatif tersebut agar tidak sampai memicu adanya peristiwa lebih jauh. (FKUB Kab. Karangasem)